Cari Artikel

Kumpulan Kata-Kata Bijak Penuh Makna




3051. Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.

3052. Wirausaha sejati hanya ingin kesempatan yang baik bukan uang yang banyak.

3053. Hidup ini dijalani sekali dan tak pernah berganti, jangan sampai kita tak dihormati lalu disesali.

3054. Tidak ada batas dalam menjelajahi dunia, karena itu bulat.

3055. Jika mulut berkata jujur, maka akan baik perilakunya. Jika niatnya baik, maka Allah akan menambah rejekinya. Jika mencintai dan berbuat baik kepada keluarganya, maka Allah akan baik pula padanya.

3056. Percaya pada hati nurani, bukan peraturan.

3057. Yang paling sempurna percaya dalam iman adalah orang yang karakter terbaik dan yang paling baik kepada istrinya.

3058. Satu itu hanya angka, sedangkan cinta itu perasaan. Jadi tak ada hanya satu cinta, yang ada cinta sejati.

3059. Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (takdir) dari Allah dengan senang hati.

3060. Rezeki tidak akan datang pada orang yang malas.

3061. Saya mengerjakan hal terbaik yang saya tahu.

3062. Hakim tidak akan bisa menghakimi manusia lebih dari Tuhan.

3063. Perasaanku sama kamu udah gak seperti dulu lagi, anggap aja kemaren, lusa dan masa lalu menjadi sebuah kenangan yang cukup indah.

3064. Berimajinasi itu penting, tetapi fokus jauh lebih baik.

3065. Di dalam hutan tropis terdapat peperangan dan tanaman yang tidak mampu tumbuh dengan cepat, akan tergilas oleh tanaman lainnya.

3066. Takdir itu yang bisa menentukan hanya kamu dan juga Tuhan.

3067. Memiliki hidup yang lebih baik itu adalah pilihan antara mau terus mencoba atau terus mengeluh.

3068. Orang-orang hanya peduli dengan hasil yang kau miliki, bukan pengorbananmu.

3069. Setiap yang kita lakukan biarlah jujur karena kejujuran itu telalu penting dalam sebuah kehidupan.Tanpa kejujuran hidup sentiasa menjadi permainan.

3070. Hidup ini Cuma ada dua masalah, kamu dan ulahmu.

3071. Kita selalu menghindari kerugian dan hasil yang tetap sama terus menerus juga merupakan kerugian, jadilah orang atau organisasi yang bertumbuh.

3072. Percuma punya uang kalau berkelakuan buruk.

3073. Kamu tidak harus memilih, hidup bukan pilihan, tetapi sebuah cerita.

3074. Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.

3075. Kebaikan adalah bibit kecil yang akan bertumbuh menjadi sebuah Kebaikan Besar untukmu.

3076. Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.

3077. Salah satu hal yang membuat seseorang sulit menerima sebuah kejujuran adalah kenyataan bahwa kebohonganlah yang ingin dia dengarkan.

3078. Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.

3079. Bukan rasa sakit yang buat kamu nggak bisa bertahan, tapi ingatan, kenangan, dan masa lalu.

3080. Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.

3081. Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.

3082. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir.

3083. Kadang kita khawatir akan masa depan anak-anak kita sampai melupakan jika saat ini dia adalah seorang individu seperti kita.

3084. Anda tidak mencintai seorang wanita karena kecantikannya, dia menjadi cantik karena anda mencintainya.

3085. Kemampuan individu seorang ninja memang penting, tetapi yang lebih penting adalah kerjasama tim.

3086. Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anaknya belajar.

3087. Kegelapan tidak dapat mengusir kegelapan, hanya cahaya yang bisa melakukannya.

3088. Sebuah tujuan tanpa rencana hanyalah angan-angan.

3089. Kebencian tidak dapat mengusir kebencian; hanya cinta yang dapat melakukannya.

3090. Sebuah tujuan tanpa perencanaan hanya menjadi harapan.

3091. Tujuan hidup kita adalah untuk merasa bahagia.

3092. Cinta dari sebuah keluarga adalah berkah terbaik kehidupan.

3093. Manusia tak kan pernah bisa menang dari rasa kesepian.

3094. Teman yang benar-benar baik susah ditemukan, sulit ditinggalkan dan tidak mungkin untuk dilupakan.

3095. Musafir yang dahaga di gurun pasir masih bisa bertahan. Namun jika hati yang dahaga akan cinta bisa mati perlahan dalam kesepian.

3096. Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya.

3097. Cinta adalah memberikan perhatianmu yang tak terbagikan kepada seseorang.

3098. Jangan putus asa. Seringkali ini adalah kunci terakhir dalam sekumpulan kunci yang membuka pintu keberhasilan.

3099. Pernikahan bukan merupakan sebuah kata benda; melainkan kata kerja. Karena itu, pernikahan bukanlah sesuatu yang Anda dapatkan, tetapi sesuatu yang Anda usahakan melalui mencintai pasangan Anda setiap hari.

3100. Kebahagiaan itu terletak pada kemenangan berperang melawan hawa nafsu dan menahan keinginan yang berlebih-lebihan.

Menaklukkan Harimau



Di sebuah desa, ada seorang istri yang mengeluhkan perubahan sikap suaminya. Sang suami yang kembali dari perang membela kerajaan, kini berubah perangainya.
Jika dulu penyabar dan sangat menyayangi istrinya, kini menjadi gampang marah, mudah tersinggung, dan bahkan sering mengeluarkan kata-kata kasar.

Awalnya, sang istri berusaha terus bersabar dengan kondisi tersebut. Ia yakin, suaminya suatu saat akan berubah kembali seperti semula. Namun, beberapa bulan berlalu, entah mengapa perangai suaminya tidak juga berubah.

Sang istri nyaris putus asa, bahkan sudah berniat menyudahi pernikahan mereka. Beruntung, saat mengadukan masalahnya pada seorang sahabat dekat, ia mendapat informasi adanya seorang pertapa di gunung yang sangat sakti.

Demi kecintaan yang mendalam kepada suaminya, sang istri pun menempuh perjalanan cukup jauh untuk bertemu dengan sang pertapa.
“Wahai pertapa yang baik, aku punya masalah dengan suamiku yang berubah sifatnya setelah pergi menunaikan tugas membela kerajaan. Apakah Anda bisa membuatkan ramuan sakti, atau adakah cara lain untuk mengembalikan sifat kasih suamiku seperti dulu?”
Tampak sang pertapa berpikir sejenak.
“Memang, ada banyak orang yang berubah sifat setelah usai berperang. Sebenarnya itu wajar, mengingat perang meninggalkan banyak korban dan kepedihan. Jangan khawatir, ada sebuah cara untuk itu. Hanya perlu satu syarat lagi, agar harapanmu bisa terkabulkan.”
“Apa itu?” tanya sang istri tak sabar. “Aku pasti akan segera memenuhinya.”
“Aku hanya butuh tiga lembar kumis harimau di hutan!” sebut sang pertapa yang membuat sang istri kaget.
“Bagaimana aku bisa mengambil kumis dari binatang buas itu?”
“Semua terserah padamu. Kamu yang butuh ramuan ini, lakukan perintahku ini. Jika tidak, ramuan ini tak akan bisa bekerja seperti yang kamu minta,” seru pertapa tegas.

Meski berat syarat yang diminta karena begitu besar cintanya dan tak ingin keluarganya berantakan. si istri menurut.

Maka, setelah tahu ke mana biasanya harimau bersarang di tengah hutan, dikumpulkan keberaniannya untuk mengamati sang harimau.

Beberapa hari mengamati, si istri mendapat akal. Di sebuah pagi buta, sebelum harimau keluar dari sarangnya, ia menyiapkan nasi yang dilumuri kuah daging di depan sarang harimau. Pelan sekali ia melakukan itu. Tentu, dengan hati berdebar, ia tak ingin membuat harimau terbangun dan menerkamnya.

Lantas, dari jauh, ia pun mengamati, apakah harimau itu mau makan makanan pemberiannya.

Ternyata, meski semula didiamkan, lama-lama makanan tersebut mulai dijilati harimau dengan lahap. Si istri senang, taktiknya berhasil. Maka, hari-hari berikutnya meski tetap dengan ketakutan yang masih bersisa, ia terus memberikan mangkuk nasi dengan aroma kuah daging.

Beberapa bulan berlalu. Saat itu, keberaniannya mulai bertambah. Sang harimau pun seperti sudah akrab dengan kebiasaannya menyediakan mangkuk nasi aroma daging.

Saat ia mendekati sarang harimau, derap kecil langkahnya mulai dikenali sang harimau. Sehingga, tak lama ia menaruh mangkuk, sang harimau segera datang memakan dengan lahap.

Begitu seterusnya, hingga akhirnya, si istri mulai berani lebih dekat lagi dengan harimau yang terlihat lebih jinak.

Tak terasa, delapan bulan lamanya. Akhirnya si istri dan harimau kini benar-benar menjadi sahabat akrab. Si istri sering mengelus kepala harimau, dan sebaliknya, harimau kerap bermanja-manja dengan si istri.

Saat itulah, si istri dengan kelembutannya memohon pada harimau untuk mau memberikan tiga helai kumisnya sebagai bagian dari ramuan untuk suaminya.

Tak lama kemudian, si istri datang kepada sang pertapa untuk memberikan tiga helai kumis harimau tersebut. Sang pertapa pun bertanya, apakah benar itu adalah kumis harimau hidup yang asli. “Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa mendapatkan kumis itu?”

Si istri lantas berkisah, bagaimana selama delapan bulan terakhir, ia mencoba menaklukkan keganasan harimau. Dari awalnya sangat takut, pelan-pelan mencoba memberikan makanan, hingga akhirnya menjadikan harimau itu sebagai sahabat.

Sang pertapa lantas mengangguk-angguk senang. Namun tiba-tiba, tiga kumis harimau itu bukannya dibuat ramuan, tetapi malah dibuang ke perapian dan segera lenyap tak berbekas.

Si istri terkejut sekali dengan tindakan sang pertapa.
"Pak pertapa, mengapa melakukan itu? Itu adalah kumis harimau yang aku dapat dengan perjuangan sangat berat!” ratap si istri.
Tenang, sang pertapa menjawab.
“Kamu tak perlu ramuanku lagi. Kamu lihat, harimau yang ganas saja bisa takluk dengan kesabaranmu. Lalu, bagaimana jika hal yang sama kamu perlakukan pada manusia, yakni suamimu? Aku yakin, emosi yang sering muncul dari suamimu pelan tapi pasti bisa kamu taklukkan seperti kamu menjinakkan harimau itu. Pulanglah, kembali pada suamimu, dan perlakukan dia dengan kesabaran dan kasih sayang.”

Kisah tersebut adalah cerita tentang kegigihan seseorang dalam mencoba memecahkan masalah yang dihadapi. Butuh kesabaran ekstra, bahkan sangat lama, untuk mengatasi kondisi-kondisi yang kadang memang kurang mengenakkan.

Tapi, semua bisa dihadapi dengan kesabaran dan ketekunan. Masalah datang bukan untuk ditinggalkan, tapi diselesaikan. Halangan dan rintangan memang kerap mengunjungi hingga membuat kita terasa tersakiti, tapi sebenarnya itu adalah “ujian” untuk membuat kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Untuk meraih sesuatu memang butuh pengorbanan. Tak ada proses yang berjalan instan. Seperti kisah si istri penakluk harimau yang saya bagikan ini.Kesabaran tingkat tinggi yang ditunjukkan mampu menjadi solusi luar biasa, yang bahkan dianggap mustahil pada awalnya untuk mengatasi persoalan apa saja.

Mari, sadari bahwa semua berproses. Kuatkan keyakinan, tambahkan kesabaran, mantapkan ketekunan. Niscaya, akan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meraih kemenangan sejati.

Sa'd Bin Abi Waqqash RA



Sa'd bin Malik az Zuhri, atau lebih dikenal sebagai Sa'd bin Abi Waqqash masih termasuk paman Nabi SAW, tetapi usianya jauh lebih muda daripada beliau. Ia memeluk Islam ketika berusia 17 tahun, dan termasuk as sabiqunal awwalun. Sebagian riwayat menyatakan ia orang ke tiga, ke empat atau ke tujuh dari kalangan lelaki remaja/dewasa, yang jelas ia memeluk Islam lewat informsi dan pengaruh Abu Bakar.

Hidayah itu datang berawal dari sebuah mimpi. Sa’d bermimpi matahari tidak muncul lagi sehingga dunia diliputi kegelapan. Tidak ada lagi bedanya siang dan malam. Tetapi kemudian muncul seberkas cahaya, yang di antara cahaya tersebut ada wajah-wajah yang dikenalinya, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah dan Ali bin Abi Thalib. Ia bertanya,
"Kapan kalian datang, tiba-tiba saja sudah ada di sini?"
Mereka berkata,
"Ya saat ini kami datang"

Setelah itu mereka lenyap dan Sa'd terbangun dari mimpinya. Ia gelisah memikirkan mimpinya sehingga fajar menjelang.

Pagi harinya ia berangkat ke tempat pekerjaannya seperti biasa, tetapi tidak ada kegairahan kerja seperti hari-hari sebelumnya. Dalam keadaan yang demikian, Abu Bakar muncul. Mereka berbincang-bincang dan Abu Bakar menceritakan tentang risalah yang dibawa Nabi SAW, Abu Bakar mengajaknya untuk memeluk Islam seperti dirinya. Tiba-tiba saja suasana hatinya berubah menjadi cerah, seperti suasana mimpinya ketika berkas cahaya muncul menyibak kegelapan tanpa matahari. Tanpa pikir panjang ia menerima ajakan Abu Bakar, mereka berdua berjalan menuju tempat Nabi SAW, dan Sa'd berba'iat memeluk Islam.

Ketika diketahui Sa'd bin Abi Waqqash masuk Islam, ibunya sangat tidak menyetujuinya, padahal Sa'd orang yang sangat menghormati dan menyantuni ibunya. Sang ibu menyuruh Sa'd untuk meninggalkan Islam, dan mengancam,
"Wahai Sa'd, agama apa yang kamu peluk itu? Sekarang kau harus pilih, kau kembali ke agama nenek moyangmu, atau aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati karena perbuatanmu itu?"
Sa'd hanya berkata,
"Jangan kau lakukan itu wahai Ibu, tetapi aku tidak akan meninggalkan agamaku ini."

Ibunya pun melaksanakan ancamannya, ia tidak makan dan minum. Hingga hari ketiga, ketika keadaan ibunya sudah sangat payah dan mengkhawatirkan, Orang-orang menjemput Sa'd dan menghadapkan pada ibunya. Sa'd akhirnya berkata,
"Demi Allah, jika ibu mempunyai seribu nyawa, dan keluar satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agama Islam ini."

Melihat tekad anaknya yang begitu kuat, tidak bisa ditawar-tawar lagi, akhirnya sang ibu mengalah dan makan minum lagi seperti biasanya, dan Sa'd pun tetap dengan baik bergaul dengan ibunya, walau tetap dalam agama jahiliahnya.

Sebagian riwayat menyebutkan, peristiwa Sa'd dengan ibunya ini menjadi asbabun nuzul dari Surah Luqman ayat 14-15, tentang bagaimana bergaul dengan orang tua.

Nabi SAW pernah menyatakan ada sepuluh sahabat yang dijamin pasti masuk surga, ketika mereka masih hidup. Selain empat sahabat Khulafaur Rasyidin, mereka adalah Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'id bin Zaid, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Jarrah dan tentunya Sa'd bin Abi Waqqash sendiri. Ia memang tidak pernah tertinggal berjuang bersama Nabi SAW, bahkan ia adalah orang Arab pertama yang memanah di jalan Allah. Ia pernah bersama Rasulullah dalam suatu pasukan tanpa bahan makanan yang mencukupi, kecuali hanya daun-daun pohon hublah dan pohon samurah. Akibatnya ada beberapa anggota pasukan yang kotorannya seperti kotoran kambing karena sangat keringnya.

Suatu ketika Nabi SAW merasa begitu senang dan berkenan dengan perilaku Sa'd, beliaupun berdoa,
"Ya Allah, tepatkanlah panahnya, dan kabulkanlah doanya."

Sejak saat itu, panah Sa'd merupakan senjata andalan dan sangat ditakuti oleh musuh. Siapapun yang menjadi sasaran panahnya, ia tidak akan lolos dan selamat lagi. Begitu juga dengan doanya, apapun yang dipanjatkannya seolah tak ada penghalang antara dirinya dengan Allah SWT.

Pernah suatu ketika ada seseorang yang memaki Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bib Awwam. Sa'd menasehatinya untuk menghentikan perbuatannya tersebut, tetapi orang tersebut masih terus saja memaki tiga orang sahabat utama tersebut. Sa'd pun mengancam akan mendoakan kepada Allah, tetapi dengan sinis ia berkata kepada Sa'd,
"Kamu menakut-nakuti aku seolah engkau seorang Nabi saja!"

Sa'd pun akhirnya pergi ke masjid, ia berwudhu dan shalat dua rakaat, kemudian berdoa,
"Ya Allah, kiranya menurut ilmu-MU, orang ini telah memaki sekelompok orang yang telah memperoleh kebaikan dari Engkau, dan sekiranya sikapnya tersebut mengundang kemurkaan-MU, aku mohon Engkau tunjukkan suatu pertanda yang akan menjadi pelajaran bagi yang lainnya"

Tidak lama kemudian, ada seekor unta yang menjadi liar masuk kerumunan orang. Anehnya ia seolah-olah mencari seseorang, dan ketika ditemukan lelaki yang memaki tiga sahabat tersebut, ia menerjang, menyepak dan menginjak-injak lelaki tersebut hingga tewas.

Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, Sa'd bin Abi Waqqash dipilih memimpin sebuah pasukan untuk memerangi tentara Persiadi bawah pimpinan Rustum. Pertempuran yang disebut dengan Perang Qadisiah ini sebenarnya tidak berimbang, tentara muslim hanya 30.000 sedang tentara Persia sebanyak 100.000 orang. Riwayat lain menyebutkan 120.000 orang. Namun demikian tidak ada kegentaran pada diri Sa'd.

Sebelum pertempuran dimulai, Rustum meminta agar mengirim utusan untuk melakukan pembicaraan atau negosiasi. Maka Sa'd mengirim Rib'i bin Amir. Esoknya Rustum masih meminta lagi, dikirimlah Huzaifah bin Mihsan. Dan ketiga kalinya, Sa'd mengirim Mughirah bin Syu'bah. Tiga kali pembicaraan ini menemui jalan buntu, karena bagi pasukan muslim, mereka hanya punya tiga pilihan seperti diperintahkan Nabi SAW, pertama agar mereka memeluk Islam, atau mereka tunduk kepada Madinah (Islam) walau tidak menerima Islam, tetapi harus membayar jizyah (pajak), atau pilihan terakhir perang.

Peperangan yang akhirnya terjadi, karena Rustum tidak mau memilih opsi pertama atau kedua. Ia merasa bisa dengan mudah mengalahkan pasukan muslim yang hanya sepertiga atau seperempatnya saja. Tetapi tepat ketika perang akan dimulai, Sa'd mengalami sakit bisul pada sekujur tubuhnya sehingga ia tidak bisa menaiki kuda. Karena itu ia memimpin pasukan dari tenda komandonya. Tetapi riwayat lain menyebutkan, ia menunjuk Khalid bin Arfathah untuk memimpin pasukan. Namun demikian pasukan muslim bisa memporak-porandakan pasukan Rustum yang jauh lebih besar. Mereka lari mengundurkan diri ke Nawahand, dan kemudian mundur lagi ke Madain, ibu kota Persia karena pasukan muslim terus mengejar mereka.

Setelah berlalu dua tahun, Khalifah Umar memerintahkan Sa'd untuk menyerang Madain. Walaupun kota Madain dipisahkan dengan sungai Tigris, pasukan muslim mampu menyeberangi sungai tersebut dengan strategi yang tepat. Pertama Sa'd mengirim dua kelompok pasukan yang dipimpin Ashim bin Amr dan Qa'qa' bin Amr menyeberang terlebih dahulu, dan mengamankan posisi di seberang. Baru setelah itu pasukan utama menyeberang, gelombang demi gelombang. Salman al Farisi yang aslinya berbangsa Persia sampai takjub tak percaya mereka mampu menyeberangi sungai Tigris dengan kuda-kudanya, seolah di daratan saja.

Sa'd, dengan doa makbulnya, hanya memerintahkan anggota pasukannya untuk berdzikir,
"Hasbunallah wa nikmal wakil," sepanjang mereka menyeberangi sungai Tigris, sehingga tidak seorangpun yang celaka, bahkan juga tidak satu barangpun yang hilang terbawa arus air sungai. Akhirnya Madain ditaklukkan, dan runtuhlah simbol kekuasaanpenyembah api yang telah ratusan atau ribuan tahun bertahan.

Singgasana Allah Ikut Terguncang Saat Kematian Sa'ad



Nama lengkapnya Sa'ad bin Mu'az bin Nu'man Al-Anshori. Beliau adalah kepala suku Aus.
Pada waktu perang Badar, beliaulah pembawa bendera perang itu. Perawakannya tinggi dan besar badannya.

Sa'ad bin Mu'az ra masuk Islam di Madinah atas bimbingan Mush'ab bin 'Umair ketika diutus Rasulullah saw ke Madinah.

Pada waktu perang Badar, Rasulullah saw bermusyawarah dengan para sahabatnya. Sa'ad ikut berbicara atas nama kaum Anshor. Dalam musyawarah itu beliau berkata;
"Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan membenarkan ajarannya. Kami bersaksi bahwa risalah yang kamu bawa adalah benar, sebagai bukti, kami berikan janji dan sumpah setia kepadamu. Oleh karena itu Rasulullah, berikan perintah kepada kami, kami akan selalu bersamamu. Demi Dzat yang mengutus dirimu dengan kebenaran, sekiranya lautan merintangi perjuangan kita karena gelombang besar yang mengguncang kita, niscaya kami tetap menyebrang bersamamu, tidak ada seorang pun tertinggal. Kami tidak merasa takut untuk bertemu musuh besok, kami menghadapi dengan penuh kesabaran dan merasa senang berjumpa dengan musuh. Semoga saja Allah memperlihatkan kamu dari diri kami apa yang menyenangkan hatimu, dan kami pun merasa senang atas barakah Allah."

Pernah juga Rasulullah saw mengutus beliau bersama Sa'ad bin Ubadah pada waktu terjadi perang Ahzab. Mereka diutus untuk menemui Ka'ab bin Asad, kepala suku Yahudi dari Bani Quraidah untuk menjelaskan sikap mereka terhadap perjanjian yang telah disepakati dulu.
Ternyata orang-orang Yahudi mengingkari perjanjian itu. Beliau bersama Sa'ad bin Ubadah diutus Rasulullah saw untuk bermusyawarah mengenai pemberian sepertiga dari hasil pertanian kota Madinah kepada Ghotfan. Tujuannya agar mereka tidak usah ikut orang Quraiys dalam perang Ahzab, keduanya berkata;
"Sekiranya kamu diperintahkan suatu perkara maka kerjakanlah."

Sa'ad bin Mu'az terluka parah pada waktu perang Khandak akibat terkena panah di lengannya hingga berdarah, kemudian diobati.
Pada waktu sedang sakit beliau berdo'a agar mati sahid:
"Ya Allah, janganlah Engkau matikan aku hingga mataku merasa senang atas kekalahan Bani Quraidah."
Do'anya dikabulkan. Pemuka-pemuka Quraidah meminta kepada Rasulullah saw, setelah mereka menyerah kalah karena dikepung oleh kaum Muslimin, agar Sa'ad bin Mu'az ra menjadi hakim bagi mereka. Kemudian beliau memutuskan untuk membunuh laki-laki, menawan wanitanya, dan mengambil harta bendanya.
Usulan itu sangat bersesuaian dengan hukum Allah seperti yang diberitakan Rasulullah.

Beliau wafat akibat pengaruh luka yang dideritanya pada tahun 5 hijriah, berumur 73 tahun.
Para Malaikat ikut melayat kematiannya, dikuburkan di kuburan Baqiq.

Ketika orang berbicara mengenai jenazahnya, mereka berkata;
"Alangkah ringan jenazahnya."
Rasulullah bersabda;
"Para Malaikat ikut mengangkat jenazahnya."

Dihadits lain Rasulullah bersabda;
"Tujuh puluh Malaikat turun mengantar jenazah Sa'ad bin Mu'az yang sebelumnya belum pernah turun ke bumi."

Suatu hari Rasulullah diberi kain sutra yang halus dan bagus. Orang-orang merasa heran dan terkesima dengan kain itu. Rasulullah bersabda;
"Niscaya kain Sa'ad di Surga lebih bagus dari kain sutra ini."

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda;
"Singgasana Allah ikut berguncang pada hari kematian Sa'ad."

Keadaan Neraka Jahannam



Dikisahkan dalam sebuah hadis bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ia memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala.

Dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ia mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadits yang sama dijelaskan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, begitu pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula gumpalan asap mengepung mereka di depan mereka, serta datang gumpalan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) ketika melihat asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:
"Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkaitan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya diterangkan oleh Allah SWT dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Setiap malaikat di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.