Cari Artikel

7 Golongan Yang Allah Naungi Di Hari Kiamat


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tak ada naungan kecuali naungan-Nya:
1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ibadah kepada Rabbnya.
3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tak bertemu dan tak juga berpisah kecuali karena Allah.
5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’.
6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Orang yang berdzikir kepada Allah dalsm keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.”
(HR. Al-Bukhari no. 620 & Muslim no. 1712)


Penjelasan:

Ketujuh orang yang tersebut dalam hadits di atas, walaupun lahiriah amalan mereka berbeda-beda bentuknya, akan tetapi semua amalan mereka itu mempunyai satu sifat yang sama yang membuat mereka semua mendapat naungan Allah Ta’ala. Sifat itu adalah mereka sanggup menyelisihi dan melawan hawa nafsu mereka guna mengharapkan keridhaan Allah dan ketaatan kepada-Nya.

1. Pemimpin yang adil.
Dia adalah manusia yang paling dekat kedudukannya dengan Allah Ta’ala pada hari kiamat. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

“Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla -sedangkan kedua tangan Allah adalah kanan semua-. Yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, adil dalam keluarga dan adil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.” (HR. Muslim no. 3406)

2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ibadah kepada Rabbnya.
Hal itu karena dorongan dan ajakan kepada syahwat di masa muda mencapai pada puncaknya, karenanya kebanyakan awal penyimpangan itu terjadi di masa muda. Tapi tatkala seorang pemuda sanggup untuk meninggalkan semua syahwat yang Allah Ta’ala haramkan karena mengharap ridha Allah, maka dia sangat pantas mendapatkan keutamaan yang tersebut dalam hadits di atas, yaitu dinaungi oleh Allah di padang mahsyar.

3. Lelaki yang hatinya terpaut dgn masjid.
Sungguh Allah Ta’ala telah memuji semua orang yang memakmurkan masjid secara umum di dalam firman-Nya:

في بيوت أذن الله أن ترفع ويذكر فيها اسمه يسبح له فيها بالغدو والآصال رجال لا تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة يخافون يوماً تتقلب فيه القلوب والأبصار ليجزيهم الله أحسن ما عملوا ويزيدهم من فضله والله يرزق من يشاء بغير حساب

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tak dilalaikan oleh perniagaan dan tak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An-Nur: 36-38)

Terkaitnya hati dengan masjid hanya akan didapatkan oleh siapa saja yang menuntun jiwanya menuju ketaatan kepada Allah. Hal itu karena jiwa pada dasarnya cenderung memerintahkan sesuatu yang jelek. Sehingga jika dia meninggalkan semua ajakan dan seruan jiwa yang jelek itu dan lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah, maka pantaslah dia mendapatkan pahala yang sangat besar.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tak bertemu dan tak juga berpisah kecuali karena Allah.
Kedua orang ini telah berjihad dalamm melawan hawa nafsu mereka. Hal itu karena hawa nafsu itu menyeru untuk saling mencintai karena selain Allah karena adanya tujuan-tujuan duniawiah. Makna mereka tak bertemu dan tak juga berpisah kecuali karena Allah adalah keduanya bersatu dan bermuamalah karena keduanya mencintai Allah. Karenanya kapan salah seorang di antara mereka berubah dari sifat ini (mencintai Allah), maka temannya itu akan meninggalkannya dan menjauh darinya karena dia telah meninggalkan sifat yang menjadi sebab awalnya mereka saling menyayangi. Sehingga jadilah ada dan tak adanya cinta dan sayang di antara keduanya berputar dan ditentukan oleh ketaatan kepada Allah dan berpegang teguh kepada sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam.

5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’.
Yakni: Dia diminta oleh wanita yang mengumpulkan status social yang tinggi, harta yang melimpah, dan kecantikan yang luar biasa untuk berzina dengannya. Akan tetapi dia menolak permintaan dan ajakan tersebut karena takut kepada Allah. Maka ini tanda yang sangat nyata menunjukkan dia lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah daripada kecintaan kepada hawa nafsu. Dan orang yang sanggup melakukan ini akan termasuk ke dalam firman Allah Ta’ala:
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” (QS. An-Naziat: 40)
Dan pemimpin setiap lelaki dalam masalah ini adalah Nabi Yusuf alaihissalam.

6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
Yakni dia berusaha semaksimal mungkin agar sedekah dan dermanya tak diketahui oleh siapapun kecuali Allah, sampai-sampai diibaratkan dengan kalimat ‘hingga tangan kirinya tak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya’.
Karenanya disunnahkan dalam setiap zakat, infak, dan sedekah agar orang yang mempunyai harta menyerahkannya secara langsung kepada yang berhak menerimanya dan tak melalui wakil dan perantara. Karena hal itu akan lebih menyembunyikan sedekahnya. Juga disunnahkan dia memberikannya kepada kerabatnya sendiri sebelum kepada orang lain, agar sedekahnya juga bisa dia sembunyikan.

7. Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.
Ini adalah amalan yang sangat berat dan tak akan dirasakan kecuali oleh orang yang mempunyai kekuatan iman dan orang yang takut kepada Allah ketika dia sendiri maupun ketika dia bersama orang lain. Dan tangisan yang lahir dari kedua sifat ini merupakan tangisan karena takut kepada Allah Ta’ala.
Kemudian, penyebutan 7 golongan dalam hadits ini tidaklah menunjukkan pembatasan. Karena telah shahih dalam hadits lain adanya golongan lain yang Allah lindungi pada hari kiamat selain dari 7 golongan di atas. Di antaranya adalah orang yang memberikan kelonggaran dalam penagihan utang.
Dari Jabir radhiallahu anhu: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang memberikan kelonggaran kepada orang yang berutang atau menggugurkan utangnya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya.” (HR. Muslim no. 532)

Kisah Teladan Muslimah Fathimah binti Abdil Malik bin Marwan



Berikut ini adalah Kisah Kehidupan Fathimah binti Abdil Malik bin Marwan, istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang begitu termasyhur dalam sejarah Islam. Kisah hidup beliau yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhibbuddin Al-Khathib di dalam Muqaddimah Adabuz Zifaf ini sungguh mengesankan, dan tidak ada pertanyaan yang patut dilontarkan kepada para muslimah berkenaan dengan cerita ini melainkan, Bisakah kalian meniru beliau?

Syaikh Muhibbudin Al-Khatib rahimahullah menuturkan,
“Di saat menikah, Fathimah binti Amirul Mukminin (Abdul Malik bin Marwan) adalah anak dari seorang ayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atas wilayah Syam, Iraq, Hijaz, Yaman, Iran, Sindustan, Kaukasus, Qaram (القرم), hingga belakang sungai: arah timur: Nigeria dan Genova, arah barat: Mesir, Sudan, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko Aqsa, dan Spanyol Barat.
Fathimah bukan saja putri khalifah tertinggi, tetapi juga saudara perempuan empat khalifah Islam: Al-Walid bin Abdil Malik, Sulaiman bin Abdil Malik, Yazid bin Abdil Malik, dan Hisyam bin Abdil Malik. Dan lebih dari itu, beliau adalah isteri dari khalifah paling agung yang dikenali Islam sesudah para khalifah di awal Islam, yaitu Amirul Mukminin Umar bin Abdil Aziz.
Wanita utama ini merupakan anak perempuan khalifah, isteri khalifah, dan saudari empat khalifah. Beliau keluar dari rumah ayahnya ke rumah suaminya di hari pernikahan dalam keadaan membawa berlimpah-ruah harta paling berharga yang dimiliki oleh seorang perempuan di atas permukaan bumi, berupa perhiasan dan intan permata. Ada yang mengatakan bahwa di antara perhiasannya itu dua anting Maria yang begitu masyhur dalam sejarah dan sering disenandungkan oleh para penyair.
Rumah tangga Umar bin Abdil Aziz dan istrinya berlangsung di rumah ayah Fathimah yang hidup dalam kenikmatan. Tiada seorang pun perempuan di dunia masa itu yang mempunyai kehidupan yang lebih dibandingkan Fathimah. Andaikan dia mau meneruskan gaya hidupnya di rumah suaminya maka tentu bejananya setiap hari dan setiap saat makan akan penuh dengan makanan yang paling enak, paling langka, dan paling mahal. Bila ingin menikmati segala macam kenikmatan yang dikenali manusia, niscaya beliau akan mampu melakukannya.”

Syaikh Muhibbuddin kemudian mengatakan,
“Yang saya sampaikan berikut bukanlah omong kosong kalau sesungguhnya kehidupan megah dan mewah sangat mungkin akan merugikan kesehatan orang-orang kaya, sementara orang-orang sederhana bisa menikmati kesehatan. Kehidupan yang megah bisa menyebabkan seseorang mendapatkan rasa dengki, hasad, dan kebencian orang-orang miskin. Ditambah lagi, bagaimana pun cerianya kehidupan (yang mewah) lama kelamaan pun menjadi biasa dan membosankan. Apabila orang-orang yang mendapatkan puncak kenikmatan lantas bertemu dengan keadaan fakir maka jiwa mereka pun meminta lebih dari itu, dan mereka pun tidak sanggup mendapatkannya.
Sedangkan orang yang hidup seimbang mengetahui bahwa tangan mereka bisa meraih apa yang lebih dari keadaan mereka dan mereka bisa mendapatkannya kapan pun mereka mau. Hanya saja mereka lebih memilih membebaskan diri darinya dan dari segala kebutuhan mewah agar mereka bisa lebih tinggi di atasnya dan agar mereka tidak menjadi budak syahwat.
Oleh karena itu, Khalifah Agung Umar bin Abdil Aziz memilih dalam keadaan beliau sebagai raja terbesar di muka bumi saat itu menetapkan pengeluaran rumah tangganya hanya beberapa dirham setiap harinya. Sang isteri Khalifah, anak Khalifah, dan saudari empat khalifah itu juga ridha dengan keadaan ini. Fathimah pun menjadi sosok wanita yang dikagumi karena dia bisa menikmati rasa lezat qana’ah dan bersenang-senang dengan manisnya kesederhanaan. Sehingga lezat dan manisnya qanaah ini lebih enak dan memuaskan bagi beliau bila dibandingkan dengan semua kemewahan dan kemegahan yang sebelumnya beliau kenali.

Suami beliau, Umar bin Abdul Aziz pun kemudian menasehati beliau untuk naik dari sifat kekanak-kanakan, meninggalkan semua permainan dan barang rendahan yang dulu elok (berupa perhiasan mewah) bagi dua telinga, pundak, rambut, dan pergelangan tangannya, hal-hal yang sebenarnya tidak memberikan manfaat sama sekali yang apabila kemewahannya itu dijual, maka harganya akan bisa mengenyangkan perut para rakyat; kaum pria, wanita, maupun anak-anak.
Fathimah menyambut usul suaminya. Beliau beristirahat dari beratnya perhiasan, intan permata, dan mutiara yang telah dia bawa dari rumah ayahnya. Semuanya dia kirim ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin.
Setelah itu Amirul Mukminin pun wafat tanpa meninggalkan apa-apa bagi isteri dan anak-anaknya. Penanggung jawab Baitul Mal datang kepada Fathimah dan berkata kepadanya,
“Wahai tuanku, sesungguhnya intan permatamu masih senantiasa seperti keadaannya semula. Sesungguhnya saya memandangnya sebagai barang amanah darimu, makanya saya simpan dengan baik hingga hari ini. Saya datang untuk meminta izinmu untuk mengembalikannya.”
Namun apa jawab Fathimah? Beliau menjawab kalau dirinya telah menghibahkannya ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin sebagai ketaatan kepada Amirul Mukminin. Beliau katakan,
“Aku tidak mau menaatinya ketika dia masih hidup lantas menentangnya ketika dia sudah wafat”.
Fathimah enggan menarik kembali harta yang halal dan warisannya yang bernilai milyaran itu, walaupun pada saat itu beliau butuh beberapa dirham. Oleh karena itulah Allah menuliskan kekekalan nama bagi dirinya (namanya tetap dikenang sampai saat ini). Dan termasuklah kita saat ini menyebutkan tentang harta bendanya yang melimpah dan ketinggian derajat beliau, sedangkan kita sudah terpisah berabad-abad darinya. Semoga Allah merahmati beliau dan meninggikan tingkatannya di surga kenikmatan.
Sesungguhnya kehidupan yang paling enak ialah kehidupan sederhana dalam segala sesuatu. Betapa pun suatu kehidupan itu kurang atau nikmat maka kalau orangnya menjalani terus dia akan merasa biasa. Kebahagiaan itu ada di saat ada perasaan ridha, dan orang yang merdeka ialah orang yang bebas dari semua yang tidak dia butuhkan. Inilah kekayaan dalam pengertian Islam dan kemanusiaan, semoga Allah menjadikan kita termasuk di dalamnya.

Kata-Kata Mutiara Dari Abraham Lincoln


1901. Tenaga kerja ada sebelum dan tidak terikat pada modal. Modal merupakan hasil dari tenaga kerja, dan tidak akan pernah ada apabila tenaga kerja tidak ada. Buruh lebih penting daripada modal dan harus mendapatkan perhatian yang lebih besar.

1902. Amerika tidak akan pernah bisa dihancurkan dari luar. Apabila kita bimbang dan kehilangan kebebasan kita, maka Amerika akan hancur karena kita menghancurkan diri kita sendiri.

1903. Lakukanlah dengan mengesankan, lakukanlah dengan benar dan lakukanlah dengan gaya.

1904. Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, coba beri dia kekuasaan.

1905. Ketika saya melakukan hal yang baik, maka saya merasa baik. Ketika saya melakukan hal yang buruk, maka saya merasa buruk. Itulah agama saya.

1906. Filosofi yang diajarkan di sebuah ruang kelas pada suatu generasi akan menjadi fisolofi dari pemerintah yang ada pada generasi berikutnya.

1907. Pastikan Anda meletakkan kaki Anda di tempat yang tepat, lalu berdirilah dengan tegak.

1908. Berapa banyak kaki yang dimiliki oleh seekor anjing ketika Anda menyebut ekor sebagai kaki? Empat. Menyebut ekor sebagai kaki tidak menjadikannya kaki.

1909. Bukankah aku menghancurkan musuhku ketika aku menjadikan mereka temanku?

1910. Berikan aku enam jam untuk menebang pohon dan aku akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah kapak.

1911. Saya tidak terikat untuk menang, tapi terikat untuk menjadi benar.

1912. Saya tidak terikat untuk berhasil, tapi terikat untuk hidup dengan terang yang saya miliki.

1913. Lebih baik tetap diam dan dianggap bodoh daripada berbicara untuk menghapus semua keraguan.

1914. Kebanyakan orang bahagia karena mereka membuat pikiran mereka menjadi bahagia.

1915. Yang saya khawatirkan bukanlah apakah Tuhan ada di pihak kita, tapi apakah kita ada di pihak Tuhan. Karena Tuhan selalu benar.

1916. Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat tidak akan pernah punah dari muka bumi ini.

1917. Karakter adalah ibarat pohon dan reputasi ibarat bayangan. Bayangan tersebut adalah apa yang kita pikirkan dan pohon tersebut adalah kenyataannya.

1918. Pada akhirnya, bukan tahun-tahun di dalam hidup Anda yang diperhitungkan. Tapi kehidupan di dalam tahun-tahun tersebut.

1919. Seorang teman adalah seseorang yang memiliki musuh yang sama dengan musuh Anda.

1920. Anda dapat menipu semua orang untuk beberapa saat dan beberapa orang untuk selamanya. Namun Anda tidak akan bisa menipu semua orang untuk selamanya.

1921. Saya harus beridiri dengan pihak yang benar, berdiri dengannya pada saat ia benar, dan berpisah darinya saat ia salah.

1922. Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah jauh lebih penting dari pada hal-hal yang lain.
Napoleon Hill

1923. Ingatlah bahwa kekayaan sejati Anda tidak diukur dari apa yang Anda punya, melainkan dari apa yang merupakan jati diri Anda.

1924. Ketika sekelompok manusia bersatu dan bekerja sama dengan harmonis, peningkatan energi yang tercipta melalui kerja sama tersebut dialami setiap individu di dalam kelompok.

1925. Takkan ada yang terjadi dalam kehidupan Anda yang tidak Anda ilhami dengan inisiatif Anda sendiri. Visi kreatif adalah kekuatan yang mengilhami perkembangan inisiatif pribadi itu.

1926. Semua pemikiran yang telah dirasakan dan dicampur dengan keyakinan langsung mulai mengubah diri menjadi padanan atau mitra fisiknya.

1927. Tekad dan hasrat, bila digabungkan dengan tepat, menjadi pasangan yang tak tepat.

1928. Enggan memperluas wawasan membuat banyak orang hanya melakukan satu hal seumur hidup mereka.

1829. Setiap orang boleh berharap menjadi kaya, dan hampir setiap orang pasti mengharapkannya, namun hanya segelintir yang tahu bahwa suatu rencana yang matang, ditambah hasrat besar mencapai kemakmuran, merupakan arti mencapai kekaaan yang sesungguhnya.

1830. Seorang yang begitu menginginkan sesuatu hingga bersedia mempertaruhkan seluruh masa depannya hanya dengan satu lemparan dadu demi memperoleh segala keinginannya, pasti akan berhasil.

1931. Keinginan merupakan titik awal setiap prestasi. Keinginan bukanlah harapan, bukan pula khayalan, melainkan sebuah ketekunan yang menggebu-gebu dan melebihi segalanya.

1932. Seorang manusia tanpa tujuan besar yang pasti, tak berdaya ibarat sebuah kapal tanpa kemudi.

1933. Apapun yang bisa digagas dan diyakini pikiran manusia, bisa dicapainya.

1933. Kemiskian dan kekayaan adalah buah dari pemikiran.

1934. Bila mau memanfaatkan pikiran bawah sadar Anda, Anda harus bertindak seolah-olah sudah memiliki apa pun yang Anda inginkan.

1935. Seorang penyerah tidak pernah menang. Seorang pemenang tidak pernah menyerah.

1936. Kesuksesan tidak memerlukan penjelasan. Kegagalan tidak memerlukan dalih.

1937. Jangan mengharapkan kesulitan, karena hal itu cenderung hadir sesuai harapan.

1938. Tidak ada batasan di pikiran kita kecuali yang kita tetapkan sendiri.

1939. Tak ada kerumunan orang di puncak tangga kesuksesan.

1940. Keangkuhan adalah kabut yang menyelimuti karakter asli seseorang hingga tak bisa dikenalinya. Hal itu melemahkan kemampuan aslinya dan menguatkan semua pembawaan tidak konsistennya.

1941. Orang yang benar-benar tahu apa tepatnya yang ia inginkan dalam kehidupan sebenarnya telah berjalan jauh menuju pencapaiannya.

1942. Tak ada orang yang mencapai kesuksesan besar tanpa bersedia melakukan pengorbanan pribadi.

1943. Katakan kepada dunia apa yang ingin kau lakukan, tetapi pertama-tama tunjukkanlah.

1944. Banyak orang yang sukses menemukan peluang di balik kegagalan dan kemalangan, yang tidak mereka kenali dalam situasi yang lebih menyenangkan.

1945. Lebih banyak emas yang telah ditambang dari pikiran manusia dibandingkan yang pernah digali dari dalam bumi.

1946. Setiap kemalangan, setiap kegagalan, dan setiap kesulitan membawa benih manfaat yang setara atau lebih besar.

1947. Sebagian besar orang bertemu dengan kegagalan karena kurangnya kegigihan dalam menciptakan rencana baru untuk menggantikan yang gagal.

1948. Jika kamu tidak dapat menundukkan dirimu, maka dirimu akan menundukkan kamu.

1949. Dimanakah Anda akan berada sepuluh tahun mendatang jika Anda tetap berada di jalan sekarang.

1950. Dewasa tak selalu menuntut kita berubah, tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita tuk lebih dewasa.

Nabi Khidir Dengan Rasulullah SAW




Ketika Rasulullah SAW sedang berada didalam masjid, beliau mendengar orang berdoa;
”Ya Allah, tolonglah aku atas apa yang bisa menyelamatkan aku dari apa yang paling kutakuti”.
Lalu Rasulullah bersabda, ”Mengapa orang itu tidak menyertakan pasangan doa’nya yang seperti ini, Ya Allah berilah kepadaku kerinduan orang-orang shalih yang paling mereka rindukan”.

Kemudian Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya Anas untuk menyampaikan pasangan do’a tersebut kepada orang yang sedang berdo’a tadi.
Setelah Anas menyampaikan kepada orang tersebut perihal pasangan do’a dari Rasulullah SAW, maka orang itu berkata,
”Ya Anas, katakan kepada Rasulullah SAW bahwa Allah telah memberi kelebihan karunia kepadanya diatas para nabi seperti kelebihan kepada ummatnya di atas ummat para nabi lain, seperti kelebihan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dan memberi kelebihan hari Jum’at atas hari-hari yang lain.

Anas terperanjat pada saat lelaki itu menoleh ke arah Anas, karena yang nampak adalah Khidir as.
Lalu orang itu berdo’a,
”Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan ummat yang dimuliakan ini”.

(Riwayat Ibnu Addi dalam Al-Kamil, Thabrani dalam Al Ausath, Ibnu Askir dalam Tarikh Damsyq dan Ibnu Abiddunya dari Anas. Riwayat Hakim dalam Al Mustadrak)

Onta Menjadi Hakim



Pada zaman Rasulullah SAW, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri ontanya. Maka dia di tangkap empat orang saksi palsu dari golongan Munafik.
Rasulullah SAW lalu memutuskan onta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan orang Muslim itu, sehingga orang Muslim itu kebingungan.
Maka ia mengangkat kepalanya menengadah ke langit seraya berdo'a;
"Ya Allah, Engkau maha mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri onta itu!"

Kemudian orang Muslim itu berkata kepada Rasulullah SAW;
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari onta ini!"
Lalu Rasulullah saw bertanya kepada onta itu;
"Hai onta, milik siapakah engkau ini?"
Onta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang;
"Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta"

Akhirnya Rasulullah SAW bertanya kepada orang Muslim itu;
"Hai orang Muslim, beritahu kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Ta'ala menjadikan onta ini dapat berbicara perkara yang benar?"
Orang Muslim itu menjawab;
"Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu membaca Shalawat keatas Engkau sepuluh kali"
Rasulullah SAW bersabda;
"Engkau telah selamat dari hukum potong tangan di dunia dan selamat juga dari siksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca Shalawat untukku"

Memang membaca Shalawat itu sangat di anjurkan oleh agama, sebab pahalanya sangat tinggi disisi Allah, di samping itu bisa melindungi diri kita dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang di tuduh mencuri iu mendapat perlindungan dari Allah SWT melalui seekor onta yang menghakimkannya.