Cari Artikel

Nabi Khidir Dan Raja Yang Sombong



Dahulu kala sebelum Ibrahim bin Adham menjadi ulama sufi yang terkenal, beliau adalah seorang raja yang sangat luas kekuasaannya dan hingga tiba pertemuannya dengan Nabi Khidir as mendengarkan keluh kesah rakyatnya.
Namun, pada hari itu, lain dari biasanya karena para menteri dan rakyat melihat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada diri raja mereka.
Perubahan terjadi karena ada seseorang yang misterius masuk ke pertemuan tersebut. Wajahnya begitu menakutkan sehingga tak ada seorang pun yang berani menegur dan menanyakan keperluannya
Kejadiannya begitu cepat dan tak ada yang berani mencegahnya untuk masuk pertemuan negara tersebut.

Lelaki misterius tersebut kemudian langsung menghadap Raja Ibrahim bin Adham.
"Apakah yang engkau inginkan?" tanya Ibrahim.
"Aku baru saja sampai, berilah istirahat sejenak," jawab lelaki misterius itu.
"Wahai orang asing, ini bukanlah tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Perilakumu itu seperti orang gila saja," cerca Ibrahim dengan nada tinggi.
Akan tetapi lelaki misterius itu tak mau tinggal diam. Ia malah balik bertanya,
"Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?"
"Ayahku," jawab Ibrahim.
"Sebelum ayahmu?" tanya lelaki misterius itu lagi.
"Kakekku," jawab Ibrahim kesal.
"Sebelum kakekmu siapa pemiliknya?" tanya lelaki misterius itu.
"Ini warisan dari keluarga kakekku," jawab Ibrahim dengan nada emosi.
"Kemanakah mereka sekarang ini?" tanya lelaki misterius yang tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Mereka telah meninggal dunia," jawab Ibrahim.
"Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?" jelas lelaki misterius tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, Ibrahim bin Adham tersentak kaget.
Namun sebelum Ibrahim sempat menjawab, lelaki misterius itu mundur ke belakang dan tiba-tiba saja gaib menghilang di tengah kerumunan orang-orang.
Ibrahim tak menyadari bahwa lelaki misterius tersebut adalah Nabi Khidir as karena pada pertemuan selanjutnya Nabi Khidir as mengakuinya.

Sumber; kitab Tazkirat Al Aulia.
karya; Syeikh Farid Ad Din Attar.

Wanita Shalihah



Sebaik-Baik Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah
‪Namun, wanita juga bisa menjadi fitnah yang besar, sesuai dengan hadits berikut: Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

‪Mengapa wanita bisa menjadi fitnah bagi kaum Adam?
“Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaitan memandangnya” (HR At-Thirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

‪Maksud dari hadits di atas adalah, berkata Al-Mubarokfuuri,
“Yaitu syaitan menghiasi wanita pada pandangan para lelaki, dan dikatakan (juga) maksudnya adalah syaitan melihat wanita untuk menyesatkannya dan (kemudian) menyesatkan para lelaki dengan memanfaatkan wanita tersebut.” (Tuhfatul Ahwadzi 4/283)

‪Berkata Al-‘Ala’ bin Ziyad,
“Janganlah engkau mengikutkan pandanganmu pada pakaian seorang wanita. Sesungguhnya pandangan menimbulkan syahwat dalam hati”

Ibnul Qoyyim berkata,
“Kebanyakannya maksiat itu masuk kepada seorang hamba melalui empat pintu, yang keempat pintu tersebut adalah kilasan pandangan, betikan di benak hati, ucapan, dan tindakan”

‪Tidak hanya laki-laki, wanita pun diperintahkan oleh Allah untuk menjaga pandangannya, sesuai dengan firman Allah yang artinya:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,” (QS. An Nuur: 30-31)

‪Dari ayat di atas, kita tahu bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga pandangan ini kepada manusia baik laki-laki maupun wanita.

‪Wallahu a'lam...

Amalan Yang Melelahkan | Amilatun Nasibah



Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat yang tidak sesuai dengan sunnah Rasul saw AstaghfiruLlahal'adzhim…

‪Alkisah juga, suatu hari Atha As-Salami, seorang Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,
"Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."
‪Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata,
"Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas."
‪Tawaran itu dijawabnya, "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya."
‪Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis."

‪Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai ataukah tidak. Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.
‪Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan .
‪Aku adalah tempat yang paling gelap diantara yang gelap, maka terangilah aku dengan ‪‎tahajud‬‬.
‪Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ‪‎silaturahim‬‬.
‪Aku adalah tempat yang paling sepi, maka ramaikanlah aku dengan memperbanyak membaca ‪Al-Qur'an‬‬.
‪Aku adalah tempatnya binatang-binatang menjijikan, maka racuni ia dengan ‪‎sedekah‬‬.
‪Aku yang menjepitmu hingga hancur bilamana tidak sholat, bebaskan jepitan itu dengan ‪sholat‬‬.
‪Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan ‪puasa‬‬.
‪Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka bersiaplah jawabanmu dengan memperbanyak mengucapkan kalimat ‪Laailaahaillallah‬‬.

Kisah Para Penghafal Al-Qur'an



Seorang muslim secara fitrah mengetahui keutamaan menghafal al-Qur'an dan tingginya kedudukan penghafal al-Qur'an. Banyak sekali nash-nash yang mengumpulkan keutamaan-keutamaan ini sehingga menambah kuat pengertian ini. Jika ditambah dengan contoh-contoh yang nyata dalam perkara ini, niscaya hal itu akan semakin menambah keyakinan seseorang dengan kemampuannya untuk mengubah makna-makna ini ke dalam alam nyata. Tidak ada dalil yang lebih jelas dalam hal ini daripada metode yang digunakan al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah an-Nabawiyah dalam menyampaikan kisah-kisah dan contoh-contoh untuk dijadikan pelajaran dan nasihat.

Berikut ini beberapa kisah para penghafal al-Qur'an, mudah-mudahan dapat menjadi menara dan contoh untuk diikuti generasi ini.

Amru bin Salmah RA adalah golongan sahabat yang masih kecil (muda). Dia sangat antusias mempelajari al-Qur'an. Dia selalu menemui kafilah yang datang dari bepergian, bertanya kepada mereka dan meminta dibacakan al-Qur'an dari mereka. Sehingga dia menjadi orang yang paling banyak hafalannya diantara seluruh kaumnya, dan menjadikannya orang yang berhak menjadi imam shalat mereka. Marilah kita dengarkan kisahnya, dia bercerita,
“Ketika saya berada di kampung, datanglah kafilah melewati kami. Mereka baru saja kembali dari sisi Rasulullah SAW, lalu aku mendekati mereka dan mendengarkan pelajaran dari mereka sehingga aku hafal al-Qur'an.

Orang-orang menunggu masuk Islam hingga setelah Fathu Mekkah. Ketika Mekkah telah ditaklukan, mereka mengutus seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW. Utusan itu berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah utusan Bani Fulan yang datang kepada engkau untuk memberitahukan keislaman mereka.”
Ayahku juga menghadap Rasulullah dengan keislaman kaumnya lalu kembali kepada mereka, dia berkata,
”Rasulullah SAW bersabda,
“Pilihlah (untuk menjadi imam sholat) orang yang paling banyak hafalan al-Qurannya diantara kalian!”
Amru bin Salmah berkata,
”Lalu mereka melihat-lihat, ketika itu saya memiliki hafalan yang banyak, mereka tidak mendapati seorangpun yang lebih banyak hafalannya daripadaku, maka merekapun memilihku padahal aku masih anak-anak...” (HR. Ahmad)

Para pemuda hari ini saling bertanya, ketika melihat contoh ini. Pemuda sahabat RA ini sangat antusias menghafal al-Qur'an dan mempelajarinya, padahal ketika itu belum ada sarana dan prasarana yang tersedia seperti halnya yang kita dapati pada hari ini. Saat itu dia tidak mempunyai halaqoh untuk menghafal al-Quran, juga tidak mempunyai kaset rekaman atau MP3 player, bahkan al-Qur'an di masanya belumlah terkumpul dalam satu mushaf yang darinya bisa dia baca dan hafalkan. Namun dengan segala keterbatasan tersebut, dia tetap bisa menghafalnya.
Kita bisa merasakan semangat Zaid bin Tsabit RA saat kaumnya mendatangi Nabi SAW dengan bangga terhadap prestasi yang telah ditorehkan Zaid bin Tsabit RA. Disebutkan bahwa kaumnya berkata kepada Nabi SAW,
”Anak ini merupakan salah seorang anak Bani Najjar yang telah menghafal apa-apa yang telah diturunkan Robbmu kepadamu berupa beberapa puluh surat.” Nabipun takjub dan bersabda,
”Wahai Zaid, pelajarilah bahasa Ibrani. Demi Allah, karena mereka tidak memahami surat yang kutulis.”
Maka aku (Zaid bin Tsabit) pun mempelajari bahasa mereka sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadaku selama lima belas malam kemudian akupun mengusainya. Maka sejak saat itu akulah yang membacakan surat yang mereka sampaikan kepada Nabi SAW dan membalas surat mereka jika Nabi SAW ingin membalasnya. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad)


Anak yang lain yang juga telah menghafal al-Qur'an.

pada saat usianya baru sepuluh tahun lebih sedikit adalah Barro’ bin Azib RA. Beliau berkata,
”Rasulullah tidaklah mendatangi kami sampai aku membaca puluhan surat al-Mufashshal.”

Abdushshamad bin Abdurrahman bin Abi Raja’ al-Balwi (wafat tahun 619 H)
meriwayatkan al-Quran dari ayahnya dengan cara talaqqi. Dari ayahnya beliau juga mendengar beberapa kitab, padahal ayahnya wafat saat beliau baru berumur sekitar sepuluh tahun.

Ali bin Hibbatullah al-Jumaizi (wafat tahun 649 H) hafal al-Qur’an saat berumur sepuluh tahun.

Majduddin Abu al-Barakat Ibnu Taimiyah (wafat tahun 652 H) hafal al-Quran dan menguasai ilmu dari pamannya, al-Khatib Fahruddin dan berkelana maencari ilmu menemani putra pamannya, Saifuddin, saat beliau masih berumur belasan tahun.

Zaid bin Hasan Tajuddin al-Kindi (wafat tahun 613 H) membacakan al-Qur'an di depan Muhammad Sabth al-Khiyath dengan cara talqin (menirukan) saat beliau masih berusia tujuh tahun dan hal ini jarang terjadi  seperti yang disampaikan adz-Dzahabi dan yang lebih langka lagi, beliau membacanya dengan sepuluh macam jenis qira’ah saat beliau berusia sepuluh tahun.

Abu Syammah (wafat tahun 665 H) membaca al-Qur'an sejak kecil dan telah menguasai seluruh jenis qira’ah dari syaikhnya, as-Sakhawi, ketika masih berumur tujuh belas tahun.

Abu Bakar bin Umar bin Musyabba’ bin Miqashshati (wafat tahun 713 H) menjadi ahli qira’ah al-Qur'an sebelum berusia dua puluh tahun.

Hamzah bin Habib al-Imam al-Muqri (wafat tahun 158 H) mengomentari dirinya sendiri dengan berkata,
”Aku dilahirkan pada tahun 80 H, dan menguasai qira’ah saat berusia lima belas tahun.”

Khalf bin Hisyam bin Tsa’lab al-Imam al-Hafidz al-Hujjah Syaikhul Islam (wafat tahun 229 H) keluar dari Baghdad saat berusia sembilan belas tahun yang saat itu disana tidak ada yang lebih ahli qira’ah daripada beliau.

Makki bin Abu Thalib al-Allamah al-Muqri yang lahir pada tahun 355 H, menguasai qira’ah dari Ibnu Ghalbun pada tahun 376 H, atau saat beliau masih berusia dua puluh satu tahun.

Abu Ali al-Ahwazi al-Muqri al-Muhaddits yang lahir pada tahun 362 H, sejak kecil telah sibuk dengan riwayat dan hafal al-Quran 378 H atau ketika usia beliau berkisar enam belas tahun.

Abu Bakar an-Nuqqasy al-Muqri’ al-Mufassir Ahad al-A’lam yang lahir pada tahun 266 H sejak kecil telah sibuk dengan qira’ah dan belajar pada Hasan bin Abbas bin Abu Mahran tahun 285 H atau ketika usianya sembilan belas tahun.

Diantara mereka, ada juga Imam an-Nawawi, yang sampai-sampai syaikh beliau, Syaikh Yasin bin Yusuf al-Marakisyi berkata,
”Aku melihatnya menjadi seorang syaikh saat dia berumur sepuluh tahun di kota Nawa. Teman-temannya tidak suka kepadanya jika dia bermain bersama mereka, kemudian dia berlari menjauhi mereka seraya menangis karena ketidaksukaan mereka tersebut, dan saat itu dia langsung membaca al-Qur’an. Maka saat itulah aku mulai merasa menyayanginya. Saat itu ayahnya membawanya ke tokonya namun tidak membebaninya dengan kesibukan jual beli sehingga melalaikannya dari al-Qur’an. Akupun kemudian mendatangi pengajarnya dan menasehatinya dan kukatakan kepadanya bahwa dia diharapkan bisa menjadi orang yang paling alim dan paling zuhud pada masanya, dan manusiapun bisa mengambil manfaat darinya. Mendengar itu dia berkata,
”Apakah engkau seorang peramal?”
Maka akupun menjawab,
”Tidak, sesungguhnya aku hanyalah orang yang diberitahu oleh Allah akan hal itu.”
Maka sang guru menyampaikan hal itu kepada ayahnya dan kemudian ayahnya menyemangatinya untuk menghatamkan al-Qur’an padahal saat itu dia belum baligh.”
Saat para remaja merenungi beberapa contoh di atas, maka yang harusnya ada di benak mereka adalah naik dan bertambahnya semangat mereka, berusaha untuk bersimbiosis dengan mereka dan berusaha untuk mengikuti rombongan kloter mereka, merasa bahwa ketika mempelajari al-Qur’an Kitabullah ta’ala seperti para pendahulu mereka, mereka seperti sedang melompati beberapa masa ke belakang guna meresapi bahwa sesungguhnya mereka dan para pendahulu mereka tersebut berada dalam satu gerbong. Sesungguhnya barangsiapa yang mencintai suatu kaum, maka dia akan dikumpulkan bersama mereka dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.
Maka saat itu merekapun akan saling bertanya,
"Dimanakah teman-teman sebayaku yang belum pernah kulihat, yang mereka telah diuji dengan kesenangan dan kesia-siaan? Namun mereka berusaha menangkal ujian-ujian yang melingkupi mereka. Sesungguhnya aku ingin bersimbiosis dengan mereka.”

Kata Mutiara Dari Kahlil Gibran Dan John F Kennedy (Presiden AS Ke 35)




Kahlil Gibran

1801. Cinta memiliki jemari yang sehalus sutera, yang kuku-kukunya yang runcing meremas jantung dan membuat manusia menderita karena duka.

1802. Cinta yang terbatas ingin memiliki yang di cintai, tapi cinta yang tak terbatas hanya terbatas menginginkan cinta itu sendiri, cinta yang tumbuh dalam perpaduan kenaifan dan gairah masa muda, memuaskan diri dengan memiliki dan tumbuh dengan pelukan. Tapi cinta yang dilahirkan bersama segala rahasia malam tidak pernah puas dengan apa pun selain keabadian dan kelestarian dan ia hanya membungkuk dan patuh kepada Tuhan.

1803. Cinta tiada lain kecuali maknanya. Namun jika engkau mencintai dengan banyak keinginan, wujudkan menjadi keinginanmu; Luluhkan hati, mengalir bagai kali, nyanyikan lagu persembahan malam, kenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam, merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta, serta meneteskan darah duka dan cita, terjaga di fajar dengan hati seringan awan. Menyusuri hati penuh sinar cinta.

1804. Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini.

1805. Keindahan adalah cahaya yang memancar dari kesunyian jiwa dan menyinari tubuh, seperti kehidupan yang datang dari kasih bumi yang memberikan warna bunga keindahan dan mencipta dalam kalbu apa yang disebut cinta, yang tercipta antara laki-laki dan perempuan.

1806. Cinta telah menjadi sebuah lingkaran cahaya yang awalnya adalah akhir, dan akhirnya adalah awal. Lingkaran cahaya itu mengelilingi setiap makhluk dan meluas dengan perlahan memeluk semua yang hidup.

1807. Anak kalian bukanlah anak kalian. Mereka putra-putri kehidupan yang merindu pada dirinya sendiri. Berikan kepada mereka cinta kalian, tapi jangan gagasan kalian, karena mereka memiliki gagasan sendiri. Kalian boleh membuatkan rumah untuk raga mereka, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tidak bisa kalian kunjungi, sekalipun dalam mimpi.

1808. Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta membangkitkan semangat yang hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalanannya.

1809. Cinta yang hadir di antara kenaifan dan kebangkitan anak-anak muda memuaskan cintanya dengan rasa saling memiliki, dan cintanya mekar dalam pelukan-pelukan mesra.

1810. Keabadian tak menyimpan apa-apa kecuali Cinta, karena cinta adalah keabadian itu sendiri.

1811. Manusia mencengkeram harta kekayaan yang memberkukan bagai salju, namun obor cinta kasih senantiasa kucari, agar nyala apinya menyucikan hatiku dan menghanguskan benih penyakit kedurhakaan. Karena himpitan kebendaan membunuh manusia, pelan tanpa derita, cinta kasih membuatnya terjaga, dan perih menghidupkan kepekaan jiwa.

1812. Hakikat cinta adalah rintihan panjang yang dikeluhkan oleh lautan perasaan kasih sayang. Ia adalah cucuran air mata kesedihan langit pikiran. Ia adalah senyuman ceria kebun-kebun bunga cinta.

1813. Cinta adalah suatu cahaya magis yang bersinar dari kedalaman perasaan manusia dan menyinari sekelilingnya. Engkau lihat dunia sebagai perjalanan menuju taman hijau, hidup seperti mimpi yang menyenangkan, ditegakkan di antara kesadaran.

1814. Terpujilah cinta yang mampu mengisi kesepian manusia, dan mengakrabkan hatinya dengan manusia lain.

1815. Cinta turun ke dalam roh kita melalui kehendak Tuhan, dan bukan melalui kemauan manusia sendiri.

1816. Cinta ibarat mata air abadi, yang selalu mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga. Bagaikan anggur nikmat, yang manis di bibir menghangatkan badan, tetapi tidak jarang juga memabukkan.

1817. Karena cintalah dunia dipelihara, karena cinta setiap makhluk terus mempertahankan diri sendiri-sendiri, dan karena cinta mata yang utuh menjadi bagian-bagiannya. Dia yang menyebut cinta demi masyarakat manusia tidak salah, karena efek aneh dan kesan ajaib yang ia hasilkan di kalangan manusia.

1818. Setiap cinta adalah yang terbaik di dunia ini, dan yang paling menyenangkan. Cinta tidak seperti sepotong kue yang bisa dipotong; besar dan kecil. Semua cinta. Tentu saja kau bisa mengatakan dia adalah yang paling kucintai di dunia ini, siapapun yang kita cinta dan setiap orang yang kita cintai, bagi kita adalah orang yang tercinta di dunia ini.

1819. Bunga-bunga padang adalah anak-anak kasih semesta alam, dan anak-anak manusia adalah bunga-bunga cinta dan kasih sayang.

1820. Cinta adalah karunia Tuhan kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung. Haruskah kita campakkan kekayaan ini dan kita biarkan babi-babi itu memporak-porandakan dan menginjak-injaknya.

1821. Hidup penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan, mengapa kita tetap membiarkan belenggu di pundak dan kita patahkan rantai yang menjerat kaki kita, lalu berjalan bebas menuju kedamaian.

1822. Cinta akan diri sendiri, menghasilkan kecongkakan buta, dan kecongkakan menciptakan kesukuan, dan kesukuan membangun kekuasaan, dan kekuasaan penyebab penaklukan dan penindasan.

1823. Engkau, cintaku! Aku mendengarkan panggilanmu dari balik lautan dan merasakan sayap-sayapmu menyekaku. Aku terbangun dan meninggalkan kamarku serta pergi ke padang-padang. Kakiku dan kurungan jubahku basah oleh embun malam, aku berdiri di bawah pohon badam yang berbunga dan mendengarkan panggilan jiwamu, cintaku.

1824. Keindahan sejati terletak pada keserasian spiritual yang diberi nama cinta. Yang dapat bersarang di antara seorang lelaki dan seorang wanita.

1825. Cinta adalah seorang tuan rumah yang penuh kasih sayang kepada para tamunya, walaupun bagi rumahnya yang tak diharapkan merupakan sebuah khayalan dan penghinaan.


John F Kennedy (Presiden AS Ke 35)

1826. Semakin besar kita meningkatkan pengetahuan, semakin besar pula kita mengungkapkan ketidaktahuan kita.

1827. Bukanlah bertanya mengenai apa yang bisa dilakukan oleh negara untuk anda, tetapi apa yang bisa anda lakukan untuk negara anda.

1828. Perubahan adalah hukum dalam kehidupan. Mereka yang hanya melihat pada masa lalu dan saat ini tentunya akan menyia-nyiakan masa depan.

1829. Maafkanlah musuh anda, tapi jangan lupakan namanya.

1830. Sebuah negara yang takut membiarkan orang-orangnya menilai kebenaran dan kesalahan pada suara yang terbuka, adalah sebuah negara yang takut pada orang-orangnya.

1831. Kita harusnya tak pernah melupakan bahwa penghargaan terbesar bukanlah dengan mengucapkan kata-kata, tetapi dengan hidup menyatu dengannya.

1832. Marilah kita tidak mencari cara untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada masa lalu, tetapi marilah kita menerima tanggung jawab kita sendiri untuk masa depan.

1833. Mereka yang menciptakan kedamaian revolusi yang tak memungkinkan akan menciptakan revolusi tersembunyi yang tak terelakkan.

1834. Jika kebebasan masyarakat tak dapat menyelamatkan banyak dari mereka yang hidup miskin, maka juga tak akan dapat menyelamatkan segenlintir mereka yang hidup kaya.

1835. Seseorang mungkin akan mati, negara mungkin akan berjayapun juga akan hancur, tetapi ide tentang Kehidupan tetaplah berjalan.

1836. Manusia harus mengakhiri peperangan sebelum peperangan yang mengakhiri manusia.

1837. Kebijakan domestik hanya bisa mengalahkan kita, tetapi kebijakan asing dapat membunuh kita.

1838. Kesamaan adalah penjara kebebasan.

1839. Kita terjalin dengan lautan. Dan ketika kita kembali ke lautan, apakah untuk berlayar atau untuk menikmati pemandangan, Kita tetap akan kembali kepada dimana kita datang.

1840. Jalan terbaik untuk berkembang, adalah jalan kebebasan.

1841. Usaha keras dan keberanian tidaklah cukup tanpa tujuan dan arah.

1842. Seorang anak yang tak terdidik adalah seorang anak yang hilang.

1842. Sesuatu tidaklah terjadi. Namun sesuatu itu dibuat untuk terjadi.

1843. Kebugaran fisik bukan sekedar hal yang paling penting bagi kesehatan tubuh, tetapi adalah dasar dari segala aktivitas intelektual yang dinamis dan kreatif.

1844. Ketika dituliskan dalam bahasa cina, kata "krisis" terdiri dari dua karakter, satu memiliki arti "bahaya" dan yang lainnya berarti "kesempatan".

1845. Harga sebuah kebebasan selalu tinggi, namun amerika harus selalu membayarnya. Dan satu hal yang tidak akan pernah kita pilih, ialah "menyerah" atau "tunduk".

1846. Marilah kita untuk tidak bernegosiasi karena takut. Tetapi marilah kita tidak takut karena untuk bernegosiasi.

1847. Kepemimpinan dan pembelajaran sangatlah diperlukan kepada sesama.

1848. Ketika anda mengucapkan bahwa anda akan merasa puas selama sesaat, itulah yang akan terjadi pada hidup anda.

1849. Musuh terbesar dari kebenaran sangatlah sering bukan karena kebohongan, kesengajaan, perbuatan dan ketidak jujuran, tetapi oleh karena mitos, kegigihan, persuasif dan tidak realistik.

1850. Jika seni adalah untuk memelihara akar budaya kita, masyarakat haruslah membuat sang artis tersebut bebas untuk mengikuti visi yang akan membawa mereka kemanapun juga.