Cari Artikel

Teman Nabi Musa AS Di Surga



Suatu ketika, Nabi Musa AS berdoa,
“Ya Allah, tunjukanlah salah seorang teman dudukku di surga!!”

Maka Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk datang ke pasar di suatu tempat yang agak jauh, di sana terdapat seorang lelaki penjual daging (tukang jagal) dengan ciri-ciri yang dijelaskan secara rinci, yang nantinya akan menjadi teman beliau di surga. Nabi Musa segera menuju pasar itu dan dengan mudah menemukan orang yang dimaksud.

Nabi Musa dengan sabar menunggu orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya hingga menjelang petang, sambil memperhatikan aktivitasnya.
Ketika akan pulang, Nabi Musa menghampiri dirinya, yang tampaknya tidak mengenal beliau sebagai utusan Allah yang syariat dan ajarannya diikutinya itu. Beliau berkata,
“Apakah tuan bersedia menerima saya sebagai tamu? Saya sedang dalam perjalanan (musafir)!”
“Baiklah, marilah kita pulang!!”

Nabi Musa mengikutinya berjalan pulang. Sesampainya di rumah, ia memasak daging yang dibawanya dengan kuah yang sangat lezat dan sebagian disuguhkannya kepada Nabi Musa. Dari sebuah ruangan, lelaki itu mengeluarkan sebuah tempat (wadah) besar yang di dalamnya ada seorang wanita tua yang lumpuh, begitu lemahnya sehingga ia tampak seperti anak burung merpati yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Lelaki itu mengambil dan memangku wanita tua itu, lalu menyuapinya dengan telaten hingga merasa kenyang. Setelah itu ia membersihkan (mengelap dengan air) dan mengganti bajunya dengan yang bersih dan menempatkannya di tempat (wadah) semula. Selanjutnya ia mencuci baju kotor wanita tua itu dan menjemurnya. Sebelum ia membawa wadah tersebut ke ruangannya kembali, tampak bibir wanita tua itu bergerak-gerak, tampaknya ia sedang berdoa, yang Nabi Musa bisa membaca gerak bibirnya,
“Ya Allah, jadikanlah anakku ini sebagai teman duduk Nabi Musa di surga!!”

Setelah lelaki itu duduk kembali menghadapi tamunya, Nabi Musa berkata,
“Siapakah wanita tua itu?”
Lelaki itu berkata,
“Dia adalah ibuku yang sangat lemah karena telah lumpuh, hanya bisa berbaring saja!!”
Nabi Musa berkata,
“Bergembiralah engkau, aku adalah Musa, dan telah diwahyukan kepadaku bahwa engkau adalah temanku di surga, berkat apa yang engkau lakukan dengan baik kepada ibumu itu!!”

Lelaki itu sangat gembira dan bersyukur kepada Allah mendengar ucapan Nabi Musa itu, dan makin istiqomah dalam merawat ibunya itu.

Harta Yang Tidak Dizakati



Suatu ketika Nabi SAW bersabda,
”Jika seseorang mempunyai emas dan perak (yang telah sampai Nisab dan Haulnya) dan ia tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat kelak, emas dan perak tersebut akan dijadikan lempengan dan dibakar di dalam jahanam, kemudian diseterikakan pada pinggang, dahi dan punggung pemiliknya. Jika telah dingin, siksaan itu akan diulangi lagi selama satu hari, yang lamanya sebanding dengan lima puluh ribu tahun perhitungan di bumi. Setelah putusan pengadilan akhirat selesai, barulah ia mengetahui kemana akan dimasukkan, apakah akan ke surga atau ke neraka?”

Salah seorang sahabat berkata,
“Wahai Rasulullah, bagaimana kalau memiliki unta?"
Nabi SAW bersabda,
”Begitu juga dengan seseorang mempunyai unta (yang telah sampai Nisab dan Haulnya) dan ia tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat kelak, unta-untanya tersebut akan dikumpulkan pada suatu tanah lapang tanpa teringgal seekorpun, lalu akan menggigit dan menginjak-injak pemiliknya. Satu persatu akan menyiksanya hingga selesai, dan siksaan itu akan diulangi lagi selama satu hari, yang lamanya sebanding dengan lima puluh ribu tahun perhitungan di bumi. Setelah putusan pengadilan akhirat selesai, barulah ia mengetahui kemana akan dimasukkan, apakah akan ke surga atau ke neraka?”

Salah seorang sahabat lainnya berkata,
“Wahai Rasulullah, bagaimana kalau memiliki lembu (sapi) dan kambing?”
Nabi SAW bersabda,
”Begitu juga dengan seseorang mempunyai lembu dan kambing (yang telah sampai Nisab dan Haulnya) dan ia tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat kelak, lembu-lembu dan kambing-kambingnya tersebut akan dikumpulkan pada suatu tanah lapang tanpa teringgal seekorpun, termasuk yang tanduknya patah, bengkok atau juga tidak bertanduk. Mereka akan menggigit dan menginjak-injak pemiliknya. Satu persatu akan menyiksanya hingga selesai, dan siksaan itu akan diulangi lagi selama satu hari, yang lamanya sebanding dengan lima puluh ribu tahun perhitungan di bumi. Setelah putusan pengadilan akhirat selesai, barulah ia mengetahui kemana akan dimasukkan, apakah akan ke surga atau ke neraka?”

Sahabat lainnya berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau memiliki kuda??”

Tampaknya sahabat tersebut bertanya sehubungan dengan zakat, sebagai keterkaitan dari hal yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW sebelumnya, tetapi jawaban beliau sama sekali tidak menghubungkan kuda dengan masalah zakat. Walaa yanthiquu ‘anil hawaa in huwa illaa wahyun yuukhaa, tidaklah Nabi SAW mengatakan sesuatu dari hawa nafsunya (termasuk analisa dan rekaan akal pikiran beliau), tetapi semua itu adalah wahyu yang diturunkan kepada beliau.

Namun demikian, sebagai seorang guru dan pendidik terbaik terhadap umat manusia, Nabi SAW masih menghubungkan masalah kuda tersebut dengan akibat di akhirat sebagaimana sebelumnya. Beliau bersabda,
“Kuda itu ada tiga macam, kuda yang dapat mendatangkan dosa bagi pemiliknya, kuda yang dapat menutupi hajat (kebutuhan) pemiliknya, dan kuda yang dapat mendatangkan pahala bagi pemiliknya…..!!”

Kemudian Nabi SAW menjelaskan, bahwa kuda yang mendatangkan dosa adalah kuda yang dipelihara dengan maksud untuk sombong dan menjadi kebanggaan semata-mata. Dan juga yang digunakan untuk memerangi dan memusuhi Islam.
Kuda yang dapat menutupi hajat, adalah kuda yang dipergunakan untuk kepentingan pada jalan-jalan yang diridhai Allah, dan ia tidak melupakan hak dan kewajiban pemeliharaannya. Termasuk zakat dari harta/uang yang terkumpul dari hasil pemanfaatan kuda-kudanya tersebut, setelah cukup Nisab dan Haulnya.

Tugas Empat Malaikat Ketika Manusia Sakit


Ketika Allah SWT telah menetapkan seorang hamba-Nya yang beriman, baik itu laki-laki atau perempuan, akan mengalami sakit, maka Dia akan mengirimkan empat malaikat kepada orang itu.
Malaikat pertama diperintahkan untuk mengambil kekuatannya, maka orang itu menjadi lemah tidak seperti biasanya.
Malaikat kedua diperintahkan untuk mengambil selera makannya dari mulutnya, maka ia jadi enggan makan walau terkadang merasa lapar.
Malaikat ketiga diperintahkan untuk mengambil kecerahan wajahnya, maka orang-orang di sekitarnya akan melihat bahwa ia sangat pucat.
Dan malaikat keempat diperintahkan untuk mengambil dosa-dosanya, maka ia terbebas dari dosa, kecuali dosa yang berhubungan dengan hak-hak manusia.

Ketika Allah SWT menghendaki hamba beriman itu sehat kembali, maka Allah memerintahkan malaikat pertama untuk mengembalikan kekuatannya, dan ia akan berangsur kuat kembali.
Malaikat kedua diperintahkan untuk mengembalikan selera makannya, maka ia akan senang makan dan itu membantu memulihkan kesehatannya.
Malaikat ketiga diperintahkan untuk mengembalikan kecerahan wajahnya, maka kepucatan wajahnya berangsur menghilang dan kembali cerah seperti sediakala.

Tiga malaikat itu telah selesai melaksanakan tugasnya dan tidak lagi membawa beban apapun, tinggal malaikat keempat yang menunggu perintah Allah turun kepadanya sehingga ia tidak harus membawa seperti ketiga malaikat temannya itu. Tetapi perintah itu tidak datang-datang juga, karena itu ia memberanikan diri bertanya kepada Allah,
“Wahai Allah, kami berempat adalah hamba-hamba-Mu yang patuh kepada perintah-Mu. Mereka bertiga telah Engkau perintahkan untuk mengembalikan apa yang mereka ambil, mengapa tidak engkau perintahkan aku untuk mengembalikan apa yang aku ambil dari hamba-Mu itu?”
Allah SWT berfirman, “Kemuliaan yang Aku miliki tak pantas membuat-Ku menyuruhmu untuk mengembalikan dosa-dosanya, setelah aku membuatnya kepayahan karena sakit yang dialaminya!!”
Malaikat keempat berkata, “Lalu apa yang harus aku lakukan dengan dosa-dosanya ini, Ya Allah??”
Allah berfirman,
“Pergilah engkau ke laut dan buanglah dosa-dosanya di sana!!”

Malaikat keempat segera turun ke laut dan membuangnya di sana, dan ia terbebas dari beban sebagaimana ketiga malaikat temannya. Kemudian dari dosa-dosa yang dibuang tersebut Allah menciptakan buaya laut, Wallahu A’lam.

Kalau dalam sakitnya itu sang hamba mukmin meninggal, maka ia akan pergi menuju akhirat dalam keadaan suci, tanpa membawa dosa-dosanya. Tentulah dikecualikan dosa-dosa yang berhubungan dengan hak-hak anak Adam lainnya. Hal ini mungkin salah satu penjabaran dari sabda Nabi SAW,
“Sakit panas sehari semalam adalah pelebur dosa setahun!!”

Dalam riwayat lainnya Nabi SAW menjelaskan, bahwa ketika seorang hamba mukmin sakit dan ia tidak bisa mengerjakan amalan-amalan istiqomah yang biasa dilakukan waktu sehat, maka Allah SWT memerintahkan malaikat mencatat pahala dari amal-amal kebaikan tersebut untuknya, walau ia tidak bisa mengerjakannya karena sakit yang dideritanya itu.

Tentulah semua itu bisa terjadi jika sang hamba mukmin tersebut sabar dan ridho dengan kehendak Allah kepadanya. Bukan justru mengadukan/memprotes Allah (yang menghendakinya sakit) kepada pengunjung-pengunjung yang menjenguknya.

Dalam keadaan sakit tersebut, seharusnyalah seorang hamba melakukan ikhtiar untuk berobat atau ke dokter, tetapi tidak boleh meyakini bahwa obat atau dokter tersebut yang menyembuhkan penyakitnya. Kalau keyakinan seperti itu tertanam, bisa-bisa ia terjatuh pada kesyirikan yang samar (syiri’ khofi), karena sesungguhnyalah hanya Allah yang berkehendak menyembuhkan, sebagaimana hanya Dia pula yang menghendakinya menjadi sakit.

Maka ikhtiar itu ada batasnya, setelah itu harus tawakal kepada Allah tentang hasilnya, yang mana tawakal tersebut tidak ada batasnya. Jangan sampai kita terjebak dengan pameo berusaha/ikhtiar tanpa batas dan tidak pernah sempat untuk tawakal. Apa jadinya kalau kita meninggal dalam keadaan ikhtiar, sementara kita belum pernah atau belum sempat tawakal kepada Allah?

Kumpulan Kata Mutiara Kehidupan Dan Cinta




1451. Terkadang hidup memakai hukum rimba, yang terkuat dialah yang menang dan berkuasa. Padahal kenyataannya, yang terkuat adalah dia yang mampu mengalahkan dirinya sendiri.

1452. Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yang kamu lihat adalah apa yang ingin dia perlihatkan padamu.

1453. Belajarlah menjadi teman terbaik bagi diri sendiri, jangan sampai kamu menjadi musuh terburuk dirimu sendiri.

1454. Jangan mengungkit masa lalu dia yang kamu cinta, karena yang harus kamu tahu adalah apakah ada tempat untukmu di masa depannya.

1455. Terkadang kebahagian harus diraih dengan pengorbanan. Tetapi setiap pengorbanan belum tentu mendapatkan kebahagiaan.

1456. Sesuatu yang sulit untuk mempercayai siapapun ketika setiap orang yang pernah kamu beri kepercayaan selalu mengecewakanmu.

1457. Salah satu hal terpenting dalam hidup adalah belajar bagaimana cara memberikan cinta yang tulus kepada orang lain.

1458. Jika kamu tak menghargai dirimu sendiri, orang lain tak akan pernah menghargaimu.

1459. Kadang tanpa disadari kita mengeluh, menggerutu dan mencaci keadaan yang sedang kita alami. Teramat sering kita menghakimi diri sendiri. Padahal sikap tersebutlah yang ternyata menambah beban menjadi semakin berat saja.

1460. Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan untuk tak terus melangkah ke depan.

1461. Orang yang kuat hatinya, bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya.

1462. Kamu akan lebih dewasa ketika kamu mau belajar dari kesalahan yang ada, daripada terus mencari alasan tuk menyangkalnya.

1463. Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu.

1464. Lakukan yang dapat kamu lakukan hari ini, sehingga besok kamu dapat melakukan yang tak dapat kamu lakukan hari ini.

1465. Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses.

1466. Dewasa tak selalu menuntut kita berubah, tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita tuk lebih dewasa.

1467. Jangan bandingkan orang yang mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yang kini berusaha membuatmu bahagia.

1468. Tuhan tak meminta kita untuk selalu berhasil, Tuhan hanya meminta kita untuk mau mencoba. Dan jangan pernah menyerah!

1469. Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.

1470. Berhentilah mengeluh tentang hidup yang tak kamu inginkan. Mulailah menjalankan hidup yang kamu inginkan.

1471. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi.

1472. Tuhan berikan cobaan hanya tuk jadikanmu pribadi yang kuat. Percaya, Tuhan memiliki rencana tuk hidupmu. Itu yang kamu perlu tahu.

1473. Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.

1474. Jika suatu hari kamu merasa sendiri, merasa tak ada yang peduli, ingatlah bahwa Tuhan selalu ada untukmu sepanjang hari.

1475. Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya.

1476. Dalam cinta, berhenti mencari yang sempurna, karena yang kamu butuh adalah dia yang tahu ketidak- sempurnaanmu, tapi tetap ingin bersamamu.

1477. Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.

1478. Berpikirlah seperti anak kecil. Bertindaklah seperti orang dewasa.

1479. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

1480. Hidup tak lepas dari masalah, dan kadang buatmu jatuh ke bawah. Adalah pilihanmu untuk lari darinya atau belajar darinya.

1481. Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sadarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran.

1482. Beberapa orang membuatmu tertawa, berapa membuatmu terluka. Tapi hanya ada seseorg yang akan membuatmu tertawa di atas luka.

1483. Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.

1484. Hidup ini adalah proses pembelajaran. Kamu selalu bisa menikmati momen indah, tapi yang pasti harus belajar dari momen yang buruk.

1485. Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

1486. Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.

1487. Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.

1488. Kita tidak akan pernah tahu, sebelum kita melakukannya. Ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

1489. Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.

1490. Jangan cuma berandai-andai atau membayangkan sesuatu, lakukanlah, mungkin apa yang kamu lakukan itu akan berakhir bahagia.

1491. Ketika seseorang yang sangat kamu percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar untuk lebih percaya pada dirimu sendiri.

1492. Berusahalah sekuat yang kamu bisa, yakinlah, Tuhan tidak akan berdiam diri.

1493. Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dari sebelumnya.

1494. Jangan menyerah atas hal yang kamu anggap benar meskipun terlihat mustahil. Selama ada kemauan, Tuhan kan berikan jalan.

1495. Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela untuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.

1496. Ketika seseorang cukup kuat tuk buatmu terjatuh, kamu harus tunjukkan padanya bahwa kamu juga cukup kuat tuk bangkit berdiri.

1497. Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yang bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum.

1498. Kamu tak kan bisa kehilangan apa yang tak pernah kau miliki. Kamu tak kan bisa memaksa bertahan pada seseorang jika dia ingin pergi.

1499. Rasa cinta yang tak diungkapkan akan menimbulkan dilema. Terlebih lagi jika anda menyimpannya dalam waktu yang lama. Namun semua itu akan menjadi sangat mulia, tatkala anda tahu, apa yang anda lakukan berakibat baik pada dirinya.

1500. Sesuatu yang sangat sulit tuk melupakan seseorang yang telah memberimu begitu banyak hal tuk diingat.

Ummu Abu Hurairah RA



Ummu Abu Hurairah adalah Ibu dari sahabat Abu Hurairah. Walau dalam keadaan miskin, Abu Hurairah membawa serta ibunya yang masih musyrik itu hijrah ke Madinah, karena tidak ada keluarga atau kerabat lainnya yang bisa merawat ibunya itu jika tetap tinggal di kabilah Bani Daus di Yaman.

Suatu ketika Abu Hurairah RA mengajak ibunya yang masih musyrik untuk memeluk Islam, tetapi sang ibu menolaknya, bahkan mengatakan sesuatu tentang Rasulullah SAW, yang sangat tidak disukainya.
Abu Hurairah menjadi sedih. Ia menemui Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dilakukan ibunya, Setelah itu ia memohon agar beliau berkenan mendoakan ibunya agar memperoleh hidayah Allah SWT.
Nabi SAW berdoa,
"Ya Allah, berilah petunjuk kepada ibunya Abu Hurairah.."

Abu Hurairah amat gembira dengan doa Nabi SAW, ia yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Ia pamitan kepada Nabi SAW dan bergegas menuju rumah ibunya.

Ketika sampai, belum sempat ia mengetuk pintu yang tertutup rapat, sepertinya ibunya telah mendengar langkah kakinya, sang ibu berkata,
"Tunggulah di luar, wahai Abu Hurairah."
Abu Hurairah mendengar gemericik air, dan ketika pintu terbuka, tampak ibunya memakai baju panjang, wajahnya masih basah dengan air. Sang ibu berkata,
"Hai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Abu Hurairah sangat gembira melihat ibunya memeluk Islam.
Segera saja ia menemui Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang terjadi dengan ibunya.
Tetapi lagi-lagi ia meminta didoakan, agar ia dan ibunya selalu disayangi oleh setiap orang lelaki dan perempuan yang beriman.
Lagi-lagi Nabi SAW memenuhi permintaannya ini,
"Wahai Allah, jadikanlah hambaMu ini dan ibunya, disayangi oleh setiap orang-orang yang beriman, lelaki ataupun perempuan."